Hong Kong dan Indonesia Akan Menyulitkan Malaysia di BATC 2025

Anthony Sinisuka Ginting-Lee Cheuk Yiu/[Foto:AFP]
Berita Badminton : Skuad Hong Kong dan Indonesia bisa menjadi duri dalam daging Malaysia di Kejuaraan Beregu Campuran Asia, yang akan berlangsung di Qingdao, Tiongkok, dari 11-16 Februari.
Di bawah bimbingan mantan direktur kepelatihan Malaysia Wong Choong Hann, Hong Kong telah mengumpulkan skuad yang tangguh, yang menandakan niat mereka untuk menantang gelar.
Jajaran tunggal putra mereka menampilkan pemain peringkat 20 dunia Angus Ng Ka Long, bersama Lee Cheuk Yiu dan Jason Gunawan, yang memberi mereka kedalaman yang solid dalam kategori tersebut.
Di ganda putri, pasangan peringkat 13 dunia Yeung Pui Lam-Yeung Nga Ting akan memimpin, didukung oleh duo peringkat 47 dunia Lui Lok Lok-Tsang Hiu Yan.
Kategori ganda campuran akan menampilkan peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia dua kali Tan Chung Man-Ng Tsz Yau yang ingin memberi pengaruh.
Walaupun Hong Kong mungkin kekurangan bintang di nomor ganda putra dan tunggal putri, kekuatan mereka dalam tiga kategori utama dapat menimbulkan ancaman serius bagi Malaysia.
Sementara itu, pesaing Grup B lainnya, Indonesia, juga mengambil pendekatan serupa terhadap Malaysia dengan menurunkan skuad cadangan.
Meskipun demikian, susunan pemain mereka tetap tangguh dan mampu memberikan tantangan berat.
Di antara pemain Indonesia yang dipanggil adalah Alwi Farhan, Yohanes Saut Marcellyno (tunggal putra); Shohibul Fikri-Daniel Marthin, Yeremia Yacob-Rahmat Hidayat (ganda putra); Putri Kusuma, Komang Ayu (tunggal putri); Lanny Tria Mayasari-Siti Fadia Ramadhanti, Meilysa Trias-Rachel Rose (ganda putri); dan Lisa Ayu Kusumawati-Rinov Rivaldy (ganda campuran).
Pelatih tunggal nasional asal Denmark, Kenneth Jonassen melihat pro dan kontra bagi Malaysia, khususnya di nomor tunggal, karena ia menyadari adanya kesenjangan yang signifikan antara pemainnya dan lawan-lawan mereka.
Namun, ia ingin pemain seperti Leong Jun Hao, Justin Hoh (tunggal putra) dan K. Letshanaa, serta Wong Ling Ching (tunggal putri) tetap tidak gentar dalam kompetisi beregu, di mana kejutan adalah hal yang biasa.
"Secara keseluruhan, saya pikir Indonesia tidak memilih susunan pemain terkuat mereka, tetapi mereka tetap sangat, sangat bagus. Mereka memiliki kedalaman yang hebat, jadi itu akan menjadi tantangan tersendiri," kata Jonassen.
“Tentu saja, Hong Kong memiliki semua pemain terbaiknya dalam daftar pemain, jadi jika mereka menurunkan susunan pemain terkuatnya, itu akan menjadi tantangan besar bagi kami dan menghasilkan pertandingan yang sulit."
“Tetapi seperti yang saya katakan, ini adalah jenis kompetisi yang saya ingin kita hadapi. Ada kelebihan dan kekurangannya. Keuntungan menghadapi pemain top adalah Anda bisa merasakan permainan tingkat tinggi. Kekurangannya adalah menang menjadi jauh lebih sulit."
"Di sisi lain, jika Anda bermain melawan lawan yang lebih lemah, tekanan tiba-tiba ada pada Anda. Itulah pengalaman belajar, menemukan cara untuk tampil saat Anda dianggap sebagai favorit. Saya melihat nilai dalam kedua situasi tersebut," kata Jonassen.
Hanya dua tim teratas yang akan melaju ke perempat final, dan tim yang mencapai semi final akan otomatis lolos ke Piala Sudirman dari 27 April-4 Mei di Xiamen, Tiongkok.
Meski demikian, Malaysia masih bisa lolos ke turnamen tersebut melalui peringkat dunia mereka, yang mana skuad nasionalnya saat ini menduduki peringkat ke-5 dunia.
Artikel Tag: Indonesia, Hong Kong, Malaysia, Kejuaraan Beregu Campuran Asia 2025
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/hong-kong-dan-indonesia-akan-menyulitkan-malaysia-di-batc-2025
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini