Weng Hongyang Nikmati Kesuksesan di Swiss Open 2024 Dengan Performa Terbaik

Weng Hongyang-Christo Popov/[Foto:BadmintonCN]
Liga Olahraga : Weng Hongyang dari China menunjukkan tanda-tanda menemukan kembali bentuk permainan terbaiknya dengan merebut gelar tunggal putra di Swiss Open 2025 pekan lalu.
Pemain peringkat 17 dunia Weng Hongyang, yang pernah dijuluki sebagai penerus Lin Dan, telah berjuang keras untuk terus menerus memenuhi ekspektasi tetapi menunjukkan tanda-tanda kemampuannya ketika ia mengalahkan pemain peringkat 31 dunia asal Prancis Christo Popov 21-18, 21-3 di final di Basel pada hari Minggu.
Pemain berusia 25 tahun itu memegang kendali sepanjang pertandingan dan meraih kemenangan dalam waktu 47 menit.
Itu adalah gelar pertama Weng Hongyang sejak memenangkan China Open September lalu.
“Analisis terperinci atas penampilan saya selama beberapa bulan terakhir telah membuahkan hasil,” kata Hongyang dalam wawancara pascapertandingan dengan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).
“Saya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam turnamen-turnamen terakhir, yang membantu saya menjadi juara lagi.”
Ini merupakan hal melegakan bagi China setelah Popov mengejutkan rekan setim Hongyang sekaligus pemain peringkat 6 dunia Li Shifeng di empat besar sehari sebelumnya.
Sementara itu, Tiongkok juga meraih tiga gelar lagi melalui Chen Yufei (tunggal putri), Jia Yifan-Zhang Shuxian (ganda putri), dan Feng Yanzhe-Wei Yaxin (ganda campuran).
Yufei mengalahkan Line Kjaersfeldt dari Denmark 21-17, 21-17 untuk memenangkan gelar pertamanya sejak kembali berkompetisi bulan lalu setelah istirahat lima bulan.
Merupakan suatu kebahagiaan bagi Yifan-Shuxian dan Yanzhe-Yaxin saat mereka bersama-sama mengklaim mahkota gadis mereka.
Di ganda putra, gelar juara perdana juga diraih ganda putra Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Kittinupong Kedren, setelah keduanya berjuang keras menaklukkan ganda putra Indonesia, Shohibul Fikri/Daniel Marthin, 21-15, 18-21, 21-14.
Dechapol sangat gembira bisa membalas dendam atas kekalahan Indonesia di semifinal Thailand Masters bulan lalu.
"Itu pertandingan yang sulit, kami pernah kalah dari pasangan ini sebelumnya. Namun, kami belajar dari kekalahan kami dan bermain lebih baik kali ini," kata Dechapol.
Artikel Tag: Weng Hongyang, Christo Popov, Swiss Open 2025