Juventus dan AC Milan Sama-sama Pecat Pelatih, Pertanda Baik untuk Inter?

Juventus dan AC Milan Sama-Sama Pecat Pelatih via gettyimages
Berita Liga Italia: Ini baru tahun kedua dalam sejarah di mana Juventus dan AC Milan memecat pelatih mereka di tengah musim, tetapi preseden ini bisa menjadi pertanda baik bagi Inter Milan.
AC Milan mengambil keputusan untuk memberhentikan Paulo Fonseca pada 30 Desember lalu, bahkan sebelum ia genap enam bulan menjabat di San Siro. Sementara itu, Juve baru saja mengumumkan bahwa Thiago Motta telah dipecat, dengan Igor Tudor ditunjuk sebagai pelatih sementara hingga akhir musim. Dua klub raksasa Serie A ini mengalami pergantian pelatih dalam periode yang sama, sesuatu yang sangat jarang terjadi dalam sejarah kompetisi.
Faktanya, ini baru kedua kalinya Juventus dan Milan memecat pelatih mereka sebelum musim berakhir. Kejadian pertama terjadi pada musim 1963-64, yang menariknya berakhir dengan keberhasilan Inter Milan di kancah Eropa. Di musim itu, Nerazzurri yang dilatih oleh Helenio Herrera berhasil memenangkan Piala Eropa (sekarang Liga Champions) untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Musim tersebut juga ditandai dengan pergantian pelatih di dua rival utama mereka. Juventus saat itu memecat Paulo Amaral pada Oktober 1963 dan menggantikannya dengan Eraldo Monzeglio. Sementara itu, Milan juga melakukan perubahan di tengah musim dengan memecat Antonio Carniglia pada Maret 1964 dan menunjuk Nils Liedholm sebagai pelatih baru.
Bagi penggemar Inter yang percaya pada pola sejarah, kejadian serupa di musim ini bisa dianggap sebagai pertanda baik. Saat ini, Inter sedang dalam performa yang sangat bagus dan menjadi salah satu favorit untuk meraih gelar Serie A. Dengan Milan dan Juventus mengalami pergantian pelatih di tengah musim, Nerazzurri bisa berharap skenario tahun 1964 kembali terulang — membawa mereka ke kejayaan di level domestik maupun Eropa.
Artikel Tag: Juventus, AC Milan, Inter Milan